Membangun karakter siswa di era milenial

Untuk Membangun karekter di era ini siswa harus terus di didik atau di ajarkan terutama budi pekerti yang menamakan asas  moral, etika dan etiket yang melandasi tingkah laku dalam pergaulan setiap hari. Dimana akses  dan interaksi mereka juga banyak di pengaruhi oleh pergaulan di dunia maya. Generasi milenial dikenal sebagai penggemar teknologi, siswa cenderung menjalin ikatan sosial yang kuat di luar sekolah. Tugas siswa yang terpenting di era ini yakni menata karakter serta memiliki pondasi yang kuat sehingga setiap mengalami perubahan tidak akan kehilangan arah. Dan peran orang tua maupun guru sangatlah di butuhkan dalam membangun sebuah kepercayaan diri dan sikap dengan memberikan pola asuh yang benar sehingga karakter siswa/anak dalam lingkup adukasi yang baik dan terata. Contoh dari karakter yang harus di didik untuk siswa yaitu yang bersumber keagamaan, Cinta tanah air, peduli sosial maupun lingkungan dan tanggung jawab. Contoh karakter tersebut akan membangun karakter siswa yang baik dan akan melahirkan solusi bagi kekhawatiran orang tua di era milenial ini.
Oleh karena itu, dalam mendidik karakter siswa harus mengembangkan proses untuk berbagi pengetahuan dengan sekitar, sehingga ilmu yang di serap dapat di terapkan pada orang lain dan lingkungan sekitar. Lebih pentingnya lagi apabila dalam penerapanya juga di lakukan penghayatan nilai-nilai menjadi kepribadian dalam bergaul di lingkungan masyarakat yang lebih sejahtera dan bermartabat.
Bung Karno mengemukakan bahwa ”karakter bangsa indonesia merupakan kesatuan seluruh wilayah dan hati bangsa indonesia yang tertinggi sehingga mampu menjadi bangsa yang patut dibanggakan”. Maka solusi yang tepat dalam membangun karakter bangsa di era milinial ini adalah dengan membangun dan menata kembali karakter dan watak bangsa indonesia sendiri dengan terus melakukan pengembangan diri untuk menerapkan pendidikanya di masyarakat.
Dengan pertimbangan dalam rangka mewujudkan bangsa yang berbudaya melalui penguatan nilai-nilai religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, mandiri, demokratis, kreatif  maka akan tercapainya tujuan awal.
Siswa juga bisa di kenalkan dengan good digital citizenship adalah prilaku bertanggung jawab dalam kaitanya dengan penggunaan teknoligi. agar berperilaku bertanggung jawab terbentuk maka siswa minimal harus tau tentang: sandi,privasi, invormasi pribadi, foto, properti, izin, perlindungan, profesionalisme, dan jejak digital. Guru juga harus membibing siswa untuk mengalami situasi di mana mereka menerapkan pengetahuan tentang digital citizenship.
Dan biasanya di era ini siswa tidak percaya lg dengan berita atau informasi yg ada di tv mereka lebih suka mendapat informasi melalui ponselnya dengan mencari di google atau lebih suka dg perbincangan di sosial media supaya tetap uptodate.komunikasi di era ini sangatlah lancar, namun bukan berarti komunikasi itu selalu terjadi dengan bertatap muka, tapi justru sebaliknya.
Akun media sosial juga dapat di jadikan tempat untuk aktualisasi diri dan ekspresi, karena apa yang ditulis tentang dirinya adalah apa yang akan semua orang baca. Kini semua sudah serba digital dan online tak heran jika siswa lebih mnghabiskan waktunya dengan ponselnya dari pada kluarga atau yg erada di sekitarnya. Generasi ini melihat dunia tidak secara langsung, namun dengan cara berbeda, yaitu dengan berselancar di dunia maya, sehingga mereka jadi tahu segalanya. Mulai dari berbelanja lanja mendapatkan informasi dan kegiatan lainya, bahkan siswalah yang mengajarkan teknologi ini kepada orang tua.
Generasi ini bisa di lihat dari sisi negatifnya, merupakan pribadi yang pemalas dan narsis, biasa nya siswa yang selalu memegang ponselnya ketika di panggil orang tua nya dia tidak mendengarkanya  dan ketika dia di suruh melakukan pekerjaan dia menunda-nunda nya, dan ketika di bilang narsis yaitu ketika siswa yang sedikit-sedikit slalu updet stts dan foto agar tidak ketinggaln uptodete.
Akan tet

Comments